Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Boling Junior Asia 2026, PBI Targetkan Regenerasi Atlet
Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga boling tingkat Asia melalui Kejuaraan Boling Junior Asia 2026 yang digelar pada 22–29 Agustus 2026 di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta. Kompetisi ini diikuti oleh 15 negara dengan total 163 peserta dan menjadi salah satu momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat pembinaan serta regenerasi atlet boling muda.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB PBI), Agus Muhammad Bahron, menyampaikan bahwa kepercayaan dari Asian Bowling Federation (ABF) untuk menjadi tuan rumah merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia.

Menurut Agus, penyelenggaraan kejuaraan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta sejumlah pemangku kepentingan olahraga nasional.
“Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena ABF menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah,” ujar Agus dalam seremoni pembukaan, Minggu (23/8).
Indonesia sendiri terakhir kali menjadi tuan rumah kejuaraan serupa pada 2014. Pada saat itu, tim Merah Putih berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih satu medali emas melalui nomor beregu putri serta dua medali perak dari nomor ganda putra dan ganda putri.
Pada penyelenggaraan tahun ini, PB PBI menargetkan setidaknya satu medali perak. Sektor putra menjadi salah satu andalan Indonesia untuk memenuhi target tersebut.
Namun, bagi PB PBI, kejuaraan ini tidak semata-mata mengenai perolehan medali. Kompetisi junior tingkat Asia ini juga menjadi sarana untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada atlet-atlet muda Indonesia.
“Harapannya, atlet junior kita bisa membawa boling Indonesia semakin maju,” kata Agus.
Dorong Regenerasi Atlet
Pentingnya kejuaraan internasional bagi perkembangan atlet muda juga disampaikan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari. Ia menilai semakin sering kompetisi internasional digelar di Indonesia, semakin besar pula kesempatan atlet muda untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dari berbagai negara.

Menurut Raja Sapta, kehadiran 15 negara dalam Kejuaraan Boling Junior Asia 2026 menjadi kesempatan berharga bagi atlet Indonesia untuk menguji kemampuan mereka di level internasional.
Ia juga menilai penyelenggaraan turnamen seperti ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga boling sekaligus memperluas basis atlet di Indonesia.
“Lebih sering mengadakan kejuaraan internasional akan mendorong lebih banyak pecinta bowling untuk berlatih. Yang paling penting adalah regenerasi,” ujarnya.
Raja Sapta berharap momentum tersebut dapat mendorong lahirnya lebih banyak atlet muda sehingga olahraga boling semakin berkembang di Indonesia.
Indonesia Berpeluang Gelar Kejuaraan Level Lebih Tinggi
Penyelenggaraan Kejuaraan Boling Junior Asia 2026 juga mendapat apresiasi dari Honorary Life President Asian Bowling Federation (ABF), Vivian Lau. Ia mengapresiasi kesiapan Indonesia serta dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam menyukseskan kompetisi tersebut.
Vivian menilai penyelenggaraan kejuaraan junior di Jakarta dapat menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk kembali dipercaya menggelar kompetisi boling dengan level yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Saya berharap pada masa depan lebih banyak kejuaraan Asia atau bahkan dunia dapat diselenggarakan di Jakarta oleh PBI,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PB PBI Agum Gumelar menilai momentum menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan untuk semakin meningkatkan perkembangan olahraga boling di Indonesia.
Menurutnya, potensi boling Indonesia cukup besar. Prestasi di ajang Asian Games serta berbagai kompetisi internasional menunjukkan bahwa atlet Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di level dunia.
Karena itu, Agum mendorong semakin banyak pihak untuk terlibat dalam pengembangan olahraga tersebut, termasuk melalui pembangunan fasilitas boling di berbagai daerah.
“Boling merupakan olahraga yang cukup menjanjikan bagi Indonesia. Kita pernah meraih medali emas di Asian Games dan beberapa medali perak. Di berbagai kejuaraan, kita juga mampu bersaing,” katanya.
Persiapan Tiga Bulan
Sebagai tuan rumah, PB PBI telah melakukan persiapan selama kurang lebih tiga bulan. Persiapan tersebut melibatkan koordinasi dengan sejumlah lembaga, antara lain Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), KONI Pusat, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi, Kejuaraan Boling Junior Asia 2026 diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan boling Indonesia. Pengalaman yang diperoleh para atlet muda dari kompetisi internasional ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan yang lebih tinggi sekaligus memperkuat regenerasi atlet nasional.
Dengan dukungan berbagai pihak dan semakin banyaknya kompetisi internasional yang digelar di Tanah Air, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang sukses, tetapi juga melahirkan generasi baru atlet boling yang mampu membawa prestasi di tingkat Asia hingga dunia. (EP)
Berita Lainnya
Humas PBI
28 Juni 2026
Kejurnas Boling Junior 2026 Resmi Dibuka, KONI Pusat Lepas Tim Indonesia Menuju Kejuaraan Dunia
Humas PBI
09 Juni 2026
Ketua Umum PB PBI Agus M. Bahron Kunjungi Istana Bowling Arena, Berikan Motivasi kepada Atlet Junior Sumatera Selatan
Humas PBI
09 Juni 2026